Daya Beli Tertekan, Industri Kecantikan Dorong Produk Terjangkau dan Berkualitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri kosmetik nasional tetap memiliki peluang tumbuh meski daya beli masyarakat tertekan akibat kondisi ekonomi yang belum stabil. Menurut Prof. Adjunct Marniati, owner Marnia Cosmetics, konsumen cenderung memilih produk yang terjangkau namun tetap mampu menunjang penampilan, seperti lipstik. Produk ini diluncurkan setelah melalui riset perilaku konsumen dan pengujian selama sekitar satu tahun untuk memastikan kualitasnya.
Marnia Cosmetics juga mengusung konsep bisnis sosial dengan membuka kesempatan bagi remaja dan ibu rumah tangga untuk menjadi reseller melalui kategori gold, silver, dan bronze. Sekitar 30% dari keuntungan perusahaan akan didonasikan kepada yayasan yang mendukung anak-anak dengan kanker, kesehatan jantung, anak berkebutuhan khusus, dan pendidikan. Marniati mengandalkan pengalamannya selama 21 tahun dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk kerja sama dengan lebih dari 400 universitas di Asia dan penyaluran beasiswa kepada hampir 5.000 anak.
Perusahaan berencana memperluas pasar ke Malaysia pada akhir 2026 dan akan meluncurkan delapan seri produk baru secara bertahap pada 2027-2028. Targetnya adalah menawarkan produk dengan kualitas tinggi seperti merek internasional, namun dengan harga yang terjangkau bagi konsumen Indonesia dan Asia. Promosi akan dilakukan melalui kolaborasi dengan influencer dan selebgram lokal.
Bagikan
Berita terkait
Pasar Indonesia Makin Dilirik Brand Fesyen Korea
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 22.09
Kolaborasi Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.47
Erajaya Food dan Nourishment dan Oriental Kopi Jalin Kemitraan Strategis
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 16.49
Bidik Pasar Premium, Tiong Bahru Bakery Resmi Buka Gerai Perdana di Jakarta
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 17.47