Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Demi Lindungi Konsumen, Pakar Dorong Standar Batas Pakai Galon Guna Ulang

Para pakar menyoroti pentingnya standardisasi penggunaan galon guna ulang berbahan polikarbonat untuk meminimalkan risiko paparan Bisphenol A (BPA) kepada masyarakat. BPA dikenal sebagai senyawa yang mengganggu fungsi sistem endokrin tubuh, dengan efek yang tidak langsung terasa namun berbahaya dalam jangka panjang. Menurut Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Junaidi Khotib, BPA pada galon polikarbonat dapat bermigrasi ke dalam air akibat paparan sinar matahari, suhu tinggi, dan penggunaan berulang. Kondisi galon yang lama digunakan, tergores, atau sering disikat dapat mempercepat pelepasan BPA ke dalam air minum.

Ahli polimer Universitas Indonesia Mochamad Chalid menjelaskan bahwa penggunaan galon secara berulang menyebabkan degradasi ikatan material plastik, meningkatkan potensi migrasi BPA. Oleh karena itu, ia menyarankan galon guna ulang digunakan maksimal 40 kali atau sekitar satu tahun, dengan asumsi pengisian ulang dilakukan sekali per minggu. Langkah ini bertujuan untuk menekan risiko perpindahan BPA ke dalam air minum dan melindungi kesehatan konsumen.

Berita terkait