Demi Lindungi Konsumen, Pakar Dorong Standar Batas Pakai Galon Guna Ulang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para pakar menyoroti pentingnya standardisasi penggunaan galon guna ulang berbahan polikarbonat untuk meminimalkan risiko paparan Bisphenol A (BPA) kepada masyarakat. BPA dikenal sebagai senyawa yang mengganggu fungsi sistem endokrin tubuh, dengan efek yang tidak langsung terasa namun berbahaya dalam jangka panjang. Menurut Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Junaidi Khotib, BPA pada galon polikarbonat dapat bermigrasi ke dalam air akibat paparan sinar matahari, suhu tinggi, dan penggunaan berulang. Kondisi galon yang lama digunakan, tergores, atau sering disikat dapat mempercepat pelepasan BPA ke dalam air minum.
Ahli polimer Universitas Indonesia Mochamad Chalid menjelaskan bahwa penggunaan galon secara berulang menyebabkan degradasi ikatan material plastik, meningkatkan potensi migrasi BPA. Oleh karena itu, ia menyarankan galon guna ulang digunakan maksimal 40 kali atau sekitar satu tahun, dengan asumsi pengisian ulang dilakukan sekali per minggu. Langkah ini bertujuan untuk menekan risiko perpindahan BPA ke dalam air minum dan melindungi kesehatan konsumen.
Bagikan
Berita terkait
Minta Ditunda hingga 2031, Industri Galon Guna Ulang belum Siap Ikuti Regulasi BPA yang Diperketat
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 14.37
Aturan BPA Diperketat, Industri Kemasan Pangan Minta Waktu hingga 2031
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 12.00
Hasil Penelitian Temukan Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker dan Gangguan Hormon
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.47
Peneliti Unair: Kadar BPA Galon Guna Ulang PC Masih Jauh di Bawah Batas Aman
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.30