Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Desil Berubah Sesuai Kondisi Ekonomi, Jadi Tak Pasti Dapat Bansos?

Pemerintah telah memperbarui sistem pengelompokkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui DTSEN Volume 3.1, setelah memasukkan sekitar 12 jusus data baru dari BKKBN yang belum terverifikasi. Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, data tersebut kini telah distabilkan dan diverifikasi, sehingga diharapkan akurat dalam 1-2 minggu ke depan. Namun, ia menegaskan bahwa perubahan desil tidak langsung mengubur hak seseorang untuk menerima bantuan sosial (bansos), karena penyaluran tetap menunggu penetapan penerima pada periode yang bersangkutan. Desil DTSEN bukanlah ukuran langsung kemiskinan atau kesejahteraan ekonomi seseorang, melainkan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional yang dibagi menjadi 10 kelompok. Karena bersifat relatif, posisi seseorang dalam desil dapat berubah meskipun kondisinya tidak berubah, seperti akibat bencana atau perubahan kesejahteraan kelompok lain. Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andy Kurniawan menjelaskan bahwa desil hanya digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas penerima bansos, sementara kriteria utama tetap ditetapkan oleh masing-masing program. Perubahan desil yang signifikan terutama terlihat setelah masuknya 12 juta data baru dari BKKBN, yang bertepatan dengan masa pendaftaran perguruan tinggi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). BPS telah merilis DTSEN Volume 3.1 sebagai koreksi atas lonjakan desil yang tidak wajar. Masyarakat yang merasa datanya belum akurat dapat mengajukan pemutakhiran melalui pemerintah desa, aplikasi Cek Bansos, layanan call center 021-171, WhatsApp 08877-171-171, atau situs web resmi DTSEN.

Berita terkait