Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dewan Perdamaian, Israel sepakat bentuk dua komite terkait Gaza

Pemerintah Israel dan Dewan Perdamaian yang didukung AS sepakat membentuk dua kelompok kerja untuk menangani isu-isu kritis di Jalur Gaza. Kesepakatan dicapai dalam pertemuan di Israel antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, utusan AS Jared Kushner, dan Direktur Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov, dengan kehadiran mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Kelompok pertama akan fokus pada pelucutan senjata dan demiliterisasi Gaza, yang diharapkan diselesaikan sebelum rekonstruksi dimulai. Kelompok kedua akan menangani sanitasi, air bersih, dan kesehatan masyarakat bagi penduduk Gaza yang juga berdampak pada Israel.

Kushner menyebut pertemuan hampir empat jam itu "sangat, sangat baik" dan mengungkapkan kemajuan pelucutan senjata serta pengisian terowongan bisa dimulai dalam 30 hari, dengan perkembangan signifikan dalam 60-90 hari. AS menegaskan tidak akan mengizinkan rekonstruksi sebelum demiliterisasi selesai, namun juga tidak membatasi hak Israel untuk membela diri. Jika Hamas memenuhi komitmen, ancaman keamanan besar akan hilang; jika tidak, Israel akan mendapat dukungan AS yang lebih besar. Sebelumnya, Kushner bertemu pejabat Hamas di Kairo dan menyatakan sulit mempercayai kelompok tersebut meskipun "mengatakan semua hal yang benar".

Sejak Oktober 2023, ofensif Israel menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai 174.000 lainnya. Meskipun gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025 sebagai fase pertama rencana perdamaian Trump, Israel terus menyerang dan menewaskan 1.260 orang serta melukai 4.100 lainnya. Fase kedua rencana mencakup pengalihan pemerintahan ke komite teknokrat Palestina, pasukan stabilisasi internasional, dan pengawasan senjata internasional, dengan penarikan pasukan Israel bertahap untuk memulai rekonstruksi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait