Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Di Balik Pakaian Modern, Ada Teknologi yang Direkayasa dari Serat

Di balik pakaian modern yang terasa adem, cepat kering, atau tahan UV, tersimpan teknologi rekayasa tekstil yang kompleks. Rina Afiani Rebia, Kepala Program Studi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (UII), menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan serat untuk menyerap keringat, mengatur suhu, dan memberikan perlindungan khusus seperti anti-UV. Ia menyoroti Uniqlo sebagai contoh nyata di mana teknologi tekstil menjadi nilai jual utama, bukan sekadar desain pakaian.

Rina dan Ahmad Satria Budiman, dosen Rekayasa Tekstil UII, mendapatkan pengalaman internasional melalui studi di Shinshu University (Jepang) dan KTH (Swedia). Di sana, mereka mempelajari teknologi tekstil dari hulu hingga hilir, termasuk penggunaan nano-selulosa untuk meningkatkan kemampuan penyerapan cairan pada produk seperti popok dan pembalut. Pengembangan ini juga mencakup tekstil fungsional untuk sektor medis, seperti material non-woven yang dapat mengandung obat atau antibakteri.

Kedua dosen ini kini membawa pengetahuan tersebut ke kelas dan laboratorium UII. Mahasiswa belajar mengenai serat, struktur material, manufaktur, kimia tekstil, teknologi nano, dan tekstil berkelanjutan. Teknologi tekstil tidak hanya menghasilkan pakaian, tetapi juga material dengan fungsi khusus seperti pakaian antibakteri atau yang bersifat self-cleaning. Hal ini membuktikan bahwa inovasi tekstil terus berkembang untuk meningkatkan kenyamanan dan kegunaan produk tekstil.

Berita terkait