Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Di Bawah Tenda Darurat, Dua Bayi Lahir saat Gempa Mengguncang NTT

Di tengah gempa susulan yang masih mengguncang Nusa Tenggara Timur, dua bayi berhasil dilahirkan di bawah tenda darurat di Rumah Sakit Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Gedung rumah sakit tidak lagi layak dipakai akibat kerusakan struktur, peralatan rusak, dan padamnya listrik. Para dokter, bidan, dan perawat tetap bertahan untuk melayani pasien, termasuk dua ibu yang membutuhkan pertolongan persalinan. Salah satunya, Maria Florida Noko Kelen (39 tahun), harus menjalani operasi caesar darurat karena bayinya berada dalam posisi sungsang dan beratnya hanya sekitar 1,3 hingga 1,4 kilogram. Operasi dilakukan sambil gempa masih berlangsung, namun berhasil diselesaikan dengan selamat. Bayi tersebut kemudian diberi nama Gempita, sebagai kenang dari kejadian ini.

Kondisi tenda darurat yang sempit dan kurangnya penerangan membuat proses persalinan semakin menantang. Dokter spesialis kandungan dr. Yona Sara Pardede dan dr. Paramita Sari menekankan betapa pentingnya ketekunan dan doa dalam menghadapi situasi genting ini. Setiap gerakan harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari cedera pada bayi. Para tenaga kesehatan juga mengaku prihatin karena kondisi bangunan yang rapuh dan rawan roboh akibat gempa susulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.055 gempa susulan terjadi di wilayah Flores sejak gempa utama magnitudo 7,7. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan aktivitas gempa akan masih fluktuatif selama 21 hingga 30 hari ke depan. Imbas gempa tersebut, banyak bangunan yang mengalami kerusakan struktur dan dinilai sangat rentan roboh jika diguncang lagi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait