Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Di Mana Saja Sisa Tembok Berlin Berada?

Tembok Berlin, yang dibangun pada 1961 oleh Republik Demokratik Jerman, berdiri selama 28 tahun hingga runuh pada 9 November 1989. Tembok sepanjang 155 kilometer ini membelah Berlin Barat dan Berlin Timur, serta menghalangi hampir seluruh jalur lalu lintas kecuali Checkpoint Charlie. Antara 1961 hingga 1989, setidaknya 140 orang tewas di sekitar tembok, termasuk sekitar 100 orang yang berusaha melarikan diri ke wilayah Barat. Tujuan pembangunan tembok adalah mencegah aliran warga dari wilayah Timur ke Barat yang telah mencapai 3 juta orang sebelumnya.

Setelah runtuhnya tembok, sisa-sisa strukturnya tersebar ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Bulgaria, dan Indonesia. Yayasan Federal untuk Studi Kediktatoran Komunis Jerman Timur memperkirakan ada 57 negara di luar Jerman yang memiliki setidaknya satu potongan tembok. Potongan-potongan ini sering diberikan sebagai hadiah atau dibeli oleh individu, perusahaan, atau pemerintah. Di beberapa lokasi, seperti Sofia, Bulgaria, potongan tembok ditempatkan di samping monumen korban komunisme dengan pesan tentang persatuan Eropa.

Di Amerika Serikat, potongan tembok ditemukan di depan markas CIA di Langley dan bahkan di sebuah toilet pria di Las Vegas. Seniman dan selebritas seperti Thierry Noir dan Heidi Klum juga memiliki potongan tembok. Pemerintah Jerman Timur pada masa transisi menjual sisa-sisa tembok untuk keuntungan finansial, hal yang menujulukan kritik karena menguntungkan dari simbol penindasan. Dalam sepuluh tahun terakhir, permintaan akan potongan tembok menurun signifikan karena pengaruh ikoniknya yang memudar.

Berita terkait