Diakui Dunia! Prabowo Sebut RI Swasembada 8 Komoditas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa swasembada delapan komoditas pangan Indonesia telah diakui dunia. Hal itu disampaikan saat pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, pada 14 Agustus 2026. Komoditas tersebut adalah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Meski demikian, Prabowo mengakui Indonesia belum swasembada daging dan berkomitmen mencapainya dalam 5 hingga 6 tahun ke depan. Di sektor energi, pemerintah mulai menggarap swasembada BBM solar melalui produksi diesel B50 dari kelapa sawit. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar, sehingga menghemat devisa sebesar Rp 170 triliun atau sekitar US$ 9,5 miliar.
Prabowo menambahkan bahwa program bantuan sosial, penyediaan makanan bergizi, dan hilirisasi sudah berjalan nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas. Ia menutup pidato dengan menekankan bahwa kemerdekaan harus dirasakan masyarakat. Prabowo juga menegaskan pencapaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan rangsangan bekerja lebih keras demi kesejahteraan rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 15.07
Saat Bahas Bursa Mineral dan Komoditas, Prabowo: 'Emak-emak' yang Kuasai Ekonomi Kita
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 13.05
Prabowo Siapkan 10 Gebrakan 2027: Dari 10.000 Puskesmas hingga Bursa Mineral
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 11.00
Tak Hanya Jadi Penghasil, Prabowo Targetkan Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.29
Prabowo: Motor Listrik Lokal yang Mengaspal Adalah 3 Kemenangan Sekaligus
Berita terkait
Prabowo Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 21.07
Prabowo Sebut Negara Hemat Rp73 T Jika Bangun PLTS 100 GW
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.52
Prabowo Dorong Percepat Pembangunan PLTS 100 GW, Niat Pensiunkan PLTD
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.40
Prabowo Kejar PLTS 100 GW, Negara Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.21