Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tak Hanya Jadi Penghasil, Prabowo Targetkan Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia

Pemerintah Indonesia berencana mendirikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk memperkuat posisi negara dalam perdagangan global. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia tidak hanya akan menjadi produsen, tetapi juga berpartisipasi dalam menentukan harga komoditas dunia. Kebijakan ini diumumkan dalam Rapat Paripurna dengan DPR RI pada 14 Agustus, dengan tujuan mengubah peran Indonesia dari sekadar tempat ekstraksi menjadi pusat perdagangan.

Indonesia merupakan produsen berbagai komoditas penting dunia, seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet. Bursa ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 dan akan menjadi dasar pembentukan Indonesia Reference Price, yaitu harga referensi untuk komoditas ekspor utama. Dengan demikian, Indonesia berharap memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar global.

Tujuan pembangunan bursa adalah menciptakan pasar yang transparan, likuid, dan dipercaya oleh pelaku perdagangan internasional. Hal ini akan memungkinkan produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor bertemu dalam satu sistem data transaksi yang terbuka, sehingga manfaat ekonomi dari kekayaan alam Indonesia dapat dioptimalkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait