Diblokade Polisi, Massa BEM UI Gagal ke Bunderan HI karena Tertahan di Depan Gedung UOB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) beserta aliansi kampus tertahan blokade polisi di depan gedung UOB, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) hingga pukul 17.13 WIB. Blokade berbentuk pagar hitam setinggi dua meter menghalangi massa menuju Bundaran HI sesuai rencana awal. Akibatnya, massa menggelar orasi di lokasi penahanan dengan orator bergantian menyampaikan tuntutan, di antaranya keprihatinan untuk korban gempa NTT dan penghentian program Makan Bergizi Gratis. Suasana relatif tenang, sebagian massa duduk lesehan sambil menunggu, sementara lalu lintas di sekitar berjalan lancar.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto telah menyiapkan lokasi alternatif penyampaian aspirasi di kawasan Dukuh Atas. Penentuan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan kepadatan lalu lintas dan aktivitas masyarakat di kawasan Jakarta Pusat. Polisi menegaskan persiapan titik aspirasi di depan UOB dan Dukuh Atas guna meminimalkan gangguan ketertiban umum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 18.37
Polisi Pulangkan 21 Orang yang Bawa Flare dan Molotov saat Demo BEM UI
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 03.30
Polda Metro Jaya Jelaskan Alasan BEM UI Dilarang Gelar Aksi di Bundaran HI
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 18.38
Polisi Amankan 21 Orang yang Bawa Barang Berbahaya Saat Unjuk Rasa
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 18.13
Polisi Ungkap 21 Orang yang Diamankan Bawa Flare dan Molotov Bukan Mahasiswa Pendemo
Berita terkait
Polisi Jelaskan Alasan Bundaran HI Bukan Lokasi Demonstrasi
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.48
Bakal Ada Demo di DPR dan Monas Hari Ini, Ini Rute Alternatifnya
Detik.com · 24 September 2026 pukul 07.33
Ada Demo, Polisi Imbau Hindari Kawasan Monas dan Gedung DPR
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 07.21
Ada Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 06.00