Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Digital Product Passport: Siapkah Tekstil Indonesia Bertahan di Pasar Eropa?

Digital Product Passport (DPP) mengubah cara Uni Eropa menilai produk tekstil. Dengan memindai kode digital, pembeli dapat melihat asal bahan, komposisi, daya tahan, dan cara penanganan pasca penggunaan. Untuk industri tekstil Indonesia, DPP berpotensi menjadi syarat masuk pasar Eropa. Standar harmonisasi DPP telah diterbitkan, namun kewajiban tekstil baru diadopsi pada Q3-Q4 2027 dengan masa transisi minimal 18 bulan. Data DPP harus disediakan oleh pemasok, sehingga risiko penolakan di perbatasan atau kehilangan pesanan jika belum siap. Kementerian Perdagangan menekankan pentingnya ketertelusuran dan standar global. Tiga langkah awal: pemerintah dapat mendorong standar data interoperabel untuk sertifikasi dan perdagangan.

Berita terkait