Prancis Minta UE Batasi Dagang dengan Permukiman Ilegal Israel seperti Krimea
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prancis meminta Uni Eropa (UE) membatasi perdagangan dengan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, mirip dengan kebijakan terhadap Krimea setelah Rusia menguasai wilayah tersebut pada 2014. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan permukiman tersebut ilegal dan tidak normal bila UE mendukungnya melalui perdagangan. Ia menekankan perlunya kesepakatan bersama negara Eropa untuk menerapkan sanksi serupa terhadap permukiman ilegal tersebut. Selain itu, Barrot mengecam 'ledakan kekerasan' yang terjadi di Tepi Barat oleh pemukim Israel yang merusak martabat warga Palestina, menurunkan keamanan Israel, dan menghambat solusi dua negara. Namun, upaya ini diakui membutuhkan persetujuan bersama UE.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 14.21
PBB: Pengungsian Paksa 33 Ribu Warga Palestina di Tepi Barat Indikasi Kejahatan Kemanusiaan
Berita terkait
Prancis Kecam Penjajah Israel Sita Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 10.22
Israel Perintahkan Penyitaan Tanah Palestina untuk Perluasan Lokasi Militer di Tepi Barat
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 13.30
Aksi Langka Netanyahu, Kali ini Membela Warga Palestina, Justru Mengecam Kelompok Pemukim Israel
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 14.55
Palestina Desak Intervensi Internasional Hadapi Pengepungan Al-Mughayyir oleh Israel
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 13.02