Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dilema Laksamana Maeda di Malam 17 Agustus

Pada 17 Agustus 1945, Laksamana Muda Tadashi Maeda, perwira Angkatan Laut Jepang di Jakarta, memberikan rumahnya untuk pertemuan Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo dalam merumuskan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Karena tidak ada mesin tik, Satsuki Mishima meminjamnya dari Kriegsmarine untuk mengetik naskah yang kemudian dibacakan di rumah Soekarno. Maeda, yang telah berkontak dengan tokoh pergerakan sejak era 1930-an, juga mendukung pembentukan Asrama Indonesia Merdeka. Setelah serangan Jepang menyerah, ia memberikan kediamannya sebagai tempat pertemuan kunci. Meski sebagai perwira Jepang harus menjaga status quo, Maeda memilih membantu proses kemerdekaan Indonesia. Ia ditangkap Sekutu 1946, menolak untuk mengakui Indonesia sebagai produk Jepang, dan kembali ke Jepang dengan kecaman. Pada 1973, Indonesia mengundangnya dan memberi Bintang Jasa Nararya. Maeda meninggal 1977, diakui sebagai tokoh yang mengorbankan diri demi kemerdekaan Indonesia.

Berita terkait