Sebelum Jadi Presiden, Bung Karno Pernah Ditawari Jepang Jadi Raja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327026/original/088562500_1787047993-IMG_UM_METRO_17046528171704652817.jpg)
Menjelang kemerdekaan Indonesia, Soekarno pernah ditawari posisi sebagai raja Indonesia oleh Jepang. Tawaran itu disampaikan pada Maret 1945 saat Soekarno dan Mohammad Hatta terbang ke Makassar menghadiri pertemuan rahasia dengan pembesar tentara Jepang yang sedang membahas masa depan Indonesia pasca-Perang Dunia II. Soekarno menolak tegas, karena sejak awal ia telah berkomitmen pada gagasan republik, bukan kerajaan. "Aku telah berjanji kami tidak menghendaki sebuah kerajaan," ujarnya dalam biografi Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adams.
Penawaran itu muncul ketika Jepang semakin terdesak secara militer, terutama setelah jatuhnya Pulau Saipan ke tangan Amerika Serikat pada Juli 1944. Jepang berusaha melunak dan berjanji akan segera menentukan waktu pemberian kemerdekaan, meski janji itu tidak pernah ditepati. Indonesia akhirnya memproklamasikan kemerdekaannya sendiri pada 17 Agustus 1945, dengan Soekarno sebagai presiden pertama.
Penyebaran berita kemerdekaan ke berbagai daerah tidak berjalan mulus. Di Sumatera, sejumlah radio berhenti siaran sejak 15 Agustus 1945 sehingga warga terisolasi. Tokoh-tokoh seperti Ahmad Basya di Bukittinggi berusaha menyebarkan teks Proklamasi dengan menempelkannya di tempat-tempat umum. Dukungan resmi Sumatera baru disampaikan pada 29 Agustus 1945, menunjukkan bahwa penerimaan gagasan republik di berbagai daerah masih memerlukan waktu dan perjuangan panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.10
Waka Badan Sosialisasi MPR: Kemerdekaan Tak Boleh Menyisakan Rakyat Miskin
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 06.53
Detik-Detik Proklamasi di Sidrap Berlangsung Khidmat, Semangat Kemerdekaan Berpadu Optimisme Pembangunan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 17.07
Dubes Palestina-Belanda Apresiasi Perjalanan Indonesia di Usia ke-81 Kemerdekaan
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 14.27
Megawati: Kader yang Takut Sebut Nama Bung Karno, Saya Pecat
Berita terkait
Fadli Zon Dorong Museum A.K. Gani Jadi Ruang Hidup Sejarah
JPNN.com · 12 September 2026 pukul 11.15
Melihat Sel Bung Karno di Lapas Sukamiskin, Objek Wisata Sejarah Gratis
Detik.com · 2 September 2026 pukul 16.08
Prabowo Bicara 'Jas Hijau': Jangan Sekali-kali Lupakan Jasa Ulama
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 19.13
Meradjoet Sendja Ajak Masyarakat Merawat Sejarah lewat Musik dan Seni Pertunjukan
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 19.01