Dinkes Depok Buka Suara Soal Ibu Lahiran Bayi Meninggal dan Rahim Diangkat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang ibu berinisial IN (31) mengalami tragedi saat melahirkan di Depok. Pasien awalnya diperiksa di Puskesmas Tapos pada 23 September 2026, lalu dirujuk ke RS Setya Bhakti pada 24 September pukul 01.00 WIB karena bayi belum kunjung turun. Saat dirujuk, kondisi pasien dan denyut jantung bayi dilaporkan masih normal.
Namun, saat operasi dilakukan, ditemukan rahim pasien robek dan bayi dinyatakan meninggal dunia. Untuk mencegah kematian ibu akibat pendarahan hebat, dokter melakukan tindakan hiserektomi atau pengangkatan rahim. Saat ini, Dinkes Depok sedang mengajukan audit Maternal Perinatal Surveillance Response melibatkan dokter independen dari RSPAD dan RS Gatot Soebroto untuk menyelidiki ada tidaknya kesalahan prosedur dalam persalinan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.52
Dinkes Depok Evaluasi Puskesmas Usai Ibu Kehilangan Bayi dan Rahim
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.00
Dinkes Depok Libatkan Dokter Independen untuk Audit Kasus Dugaan Malpraktik di Puskesmas Tapos
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 23.00
Pasien di Tapos Kehilangan Bayi dan Jalani Pengangkatan Rahim, Keluarga Minta Investigasi
Berita terkait
Keluarga: Panjang Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Samarinda 21 Cm
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 16.59
Andra Soni Ungkap Hipertensi dan Diabetes Penyakit Terbanyak di Cilegon
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.57
Asal Mula 4 Kasus Antraks di Gunungkidul, Bermula dari Tradisi Brandu Ternak Sakit
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.30
4 Warga Gunungkidul Positif Antraks Buntut Makan Daging Kambing Sakit
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.40