Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Distribusi Bantuan Gempa NTT Terkendala Geografis, BNPB Kerahkan Helikopter

Distribusi bantuan ke wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkendala karena geografis yang sulit dan terbatasnya moda transportasi. BNPB harus menggunakan helikopter untuk mengirimkan bantuan langsung ke pos lapangan di desa-desa terdampak, terutama di pulau seperti Palue yang aksesibilitasnya rendah. Proses distribusi dilakukan secara berjenjang dari Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma ke bandara transit Labuan Bajo dan Maumere, lalu ke posko kabupaten, kecamatan, hingga desa. Namun, untuk wilayah dengan akses terbatas, jalur ini dipangkas agar lebih cepat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa bantuan dikirimkan secara bertahap sesuai ketersediaan moda angkut. Di Kabupaten Manggarai Timur, termasuk Kecamatan Lamba Leda Utara, bantuan yang tiba hanya sebagian karena pengiriman dilakukan secara bertahap. Personel BNPB di lapangan bertugas untuk pendampingan dan pemantauan, sementara pengiriman logistik dikelola oleh Posko Kabupaten Manggarai Timur.

Untuk penanganan medis, KRI Dr. Soeharso-990 dari TNI Angkatan Laut telah berada di Pelabuhan Reo sejak 21 Agustus dengan kapasitas 75 pasien rawat inap dan ruang operasi. Dukungan ini memperkuat dua rumah sakit lapangan di Lapangan Waso dan Wangkong, Reo. Rumah Sakit Terapung Kapal Kesatria Airlangga juga telah bersandar di Teluk Nanga Lirang untuk memperluas layanan kesehatan. BNPB mengimbau seluruh pihak menjaga koordinasi dan keselamatan saat penanganan bencana.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait