Djarum Jawab Pemberitaan Pemindahan Rp24,6 Triliun ke Luar Negeri: Itu Diversifikasi, Lebih 90% Bisnis di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Djarum merespons laporan Bloomberg mengenai pemindahan dana senilai Rp24,6 triliun (USD1,4 miliar) ke luar negeri. Djarum menjelaskan langkah ini sebagai diversifikasi bisnis untuk memperkuat rantai pasok, khususnya industri rokok. Manager Corporate Communications Djarum, Budi Darmawan, menegaskan bahwa akuisisi tersebut dilakukan sejak tahun 2023, masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dan didanai melalui pembiayaan asing.
Djarum menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi pada pembangunan perekonomian Indonesia. Lebih dari 90 persen aset dan bisnis keluarga Hartono berada di Indonesia. Owner Djarum ingin ikut membangun kesejahteraan dan kemakmuran negara.
Laporan Bloomberg merinci bahwa investasi dilakukan melalui Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd. Pada akhir 2023, grup ini membeli bisnis kertas untuk rokok di Amerika Serikat senilai USD669 juta. Sekitar setahun kemudian, akuisisi dilakukan di Austria dengan biaya €360 juta (USD418 juta). Sembilan entitas di Singapura dan London yang terkait dengan keluarga Hartono terlibat dalam investasi total setidaknya USD1,4 miliar di luar negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 11 September 2026 pukul 14.21
Djarum Berkomitmen Ikut Membangun Ekonomi Indonesia untuk Jangka Panjang
Berita terkait
Keluarga Hartono Disebut Alihkan Investasi US$1,4 Miliar ke Luar Negeri
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 19.40
Keluarga Hartono Dikabarkan Investasi di Luar Negeri
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 19.00
RUIS Kurangi Ketergantungan Migas, Geotermal Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 15.50
BTN Perbesar Bisnis Non-KPR, Porsinya Ditargetkan 30% pada 2030
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 19.01