Dokter dan Perawat RSUD Ruteng Kelelahan, Sejumlah Nakes Jatuh Sakit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Beban pelayanan pascagempa membuat sejumlah dokter dan perawat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) kelelahan dan sakit. Menurut Humas RSUD Ruteng, Yohana R.D. Mari, rumah sakit hanya memiliki 312 perawat dan bidan serta 19 dokter umum, yang dinilai tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, terutama setelah gempa. Dari 19 dokter umum, satu orang sedang sakit dan enam orang lainnya dalam kondisi kurang sehat, meskipun tetap menjalani shift dengan mengonsumsi obat. Empat perawat juga mengalami gangguan kesehatan. Hingga Selasa (18/8), RSUD Ruteng menangani 25 korban gempa, dengan delapan pasien telah menjalani operasi, termasuk tiga operasi ortopedi dan lima operasi caesar. Secara keseluruhan, 82 pasien dirawat di rumah sakit, dengan 35 pasien ditempatkan di tenda akibat keterbatasan ruang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.58
Sinergi BNPB, Pemprov, dan Bank Mandiri Tangani Bencana di NTT
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.26
Pemprov DKI Himpun Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 20.32
Pemprov DKI Jakarta Kumpulkan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.13
Dari Posko ke Posko, PNM Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Berita terkait
Perjuangan Nakes RSUD Ruteng: Bertahan Merawat Pasien di Tengah Dingin Ekstrem Pascagempa
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.11
Air Bersih Lebih Dekat, Pertamina Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.56
Penyintas Gempa NTT Dapat Bantuan 550 Paket Selimut dan Alas Tidur
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 04.39
BNPB Sebut 135 Orang Meninggal Akibat Gempa di NTT
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.21