Doktrin Kapal Induk dalam Sea Power Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kapal induk Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi-551 resmi bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 18 September 2026, dan diganti namanya menjadi KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama TNI AL. Kunjungan ini dilakukan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali. KRI Sriwijaya-100 akan mendukung transformasi TNI AL dari green water navy menuju blue water navy, dengan kemampuan mengoperasikan kapal kombatan, kapal selam, dan kapal bantu di perairan luar yurisdiksi nasional. Dua fregat baru TNI AL, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, turut mengawal kapal induk tersebut. Kapal ini dilengkapi dengan pesawat tempur AV-8B Harrier II dan helikopter AS565 MBe Panther, serta mendukung operasi militer non-perang seperti HADR dan pemadaman kebakaran hutan. Doktrin TNI AL diharapkan beralih dari inward-looking ke outward-looking untuk melindungi kepentingan nasional di samudra Hindia dan Pasifik. Target penuh transformasi ke blue water navy direncanakan selesai pada 2045, mendukung ekonomi Indonesia yang diproyeksikan masuk peringkat keempat dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 16.05
KSAL Sebut Kapal Induk Garibaldi Akan Jadi KRI Sriwijaya 24 September
Berita terkait
Selamat Datang Garibaldi! Ini 7 Fakta Kapal Induk Pertama Indonesia
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 07.08
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Ganti Nama Pekan Depan, Jadi KRI Sriwijaya-100
JawaPos · 18 September 2026 pukul 14.00
TNI AL Kaji Satuan Baru untuk Kapal Induk KRI Sriwijaya
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 13.21
Penampakan Perdana Kapal Induk Garibaldi di Perairan RI, Dikawal 2 KRI dan Pesud TNI AL
JawaPos · 17 September 2026 pukul 17.00