Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Doktrin Kapal Induk dalam Sea Power Indonesia

Kapal induk Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi-551 resmi bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 18 September 2026, dan diganti namanya menjadi KRI Sriwijaya-100 sebagai kapal induk pertama TNI AL. Kunjungan ini dilakukan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali. KRI Sriwijaya-100 akan mendukung transformasi TNI AL dari green water navy menuju blue water navy, dengan kemampuan mengoperasikan kapal kombatan, kapal selam, dan kapal bantu di perairan luar yurisdiksi nasional. Dua fregat baru TNI AL, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, turut mengawal kapal induk tersebut. Kapal ini dilengkapi dengan pesawat tempur AV-8B Harrier II dan helikopter AS565 MBe Panther, serta mendukung operasi militer non-perang seperti HADR dan pemadaman kebakaran hutan. Doktrin TNI AL diharapkan beralih dari inward-looking ke outward-looking untuk melindungi kepentingan nasional di samudra Hindia dan Pasifik. Target penuh transformasi ke blue water navy direncanakan selesai pada 2045, mendukung ekonomi Indonesia yang diproyeksikan masuk peringkat keempat dunia.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait