Indonesia Terima Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi (nomor lambung 551), tiba di Tanjung Priok pada 18 September 2026 setelah berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026. Kapal hibah ini dijadwalkan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya (atau KRI Sriwijaya-100) pada 24 September 2026. Kapal ini akan mendukung transformasi TNI AL menjadi blue water navy untuk melindungi kepentingan nasional di Samudra Hindia dan Pasifik, serta digunakan untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti penanganan kebakaran hutan dan HADR.
Terdapat perbedaan data spesifikasi fisik kapal: satu sumber menyebut panjang 239 meter dan lebar 34 meter, sementara sumber lain menyebut panjang 180 meter dan lebar 33 meter. Kapal ini mampu mengoperasikan pesawat AV-8B Harrier II serta berbagai helikopter (EH101, SH90A, AB212, dan AS565 MBe Panther). Fasilitas pertahanan mencakup peluncur rudal Albatros Aspide dan meriam DARDO Breda 40/70.
Kapal yang pernah bertugas di berbagai operasi internasional ini akan menjalani retrofit dan modernisasi mesin untuk wilayah tropis, termasuk modifikasi untuk drone. Meskipun berupa hibah, Indonesia diperkirakan menanggung biaya perawatan tahunan sekitar 5 juta euro dan biaya peremajaan sebesar 19 juta euro. Dengan kapal ini, Indonesia menjadi negara kelima di Asia yang memiliki kapal induk.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama RI
19 September 2026 pukul 09.45 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
KSAL Sebut Kapal Induk Garibaldi Akan Jadi KRI Sriwijaya 24 September
19 September 2026 pukul 16.05 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Doktrin Kapal Induk dalam Sea Power Indonesia
21 September 2026 pukul 10.28 · Baca aslinya ↗