Dominasi Dolar AS Terancam: Sanksi Ekonomi dan Tren Akumulasi Emas Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Status dolar AS sebagai mata uang cadangan global semakin terancam akibat penggunaan sanksi ekonomi yang agresif oleh Amerika Serikat. Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde peringatkan bahwa kebijakan tak menentu AS membuka ruang bagi munculnya alternatif global. Pada Agustus, AS meluncurkan Operation Economic Outcast untuk menekan Iran, dengan ancaman sanksi sekunder bagi negara yang mempertahankan hubungan dengan Teheran. Langkah ini diakui berisiko tinggi bagi sistem keuangan global yang saling terkait erat.
Di tengah ketidakpastian ini, banyak negara mulai mencari alternatif di luar sistem keuangan AS. Teknologi seperti mata uang digital bank sentral (CBDC), stablecoin, dan kripto menjadi jalur transaksi internasional baru. Tiongkok misalnya memimpin pengembangan platform mata uang digital lintas batas. Teknologi membuat proses pengganti dolar semakin murah dan mudah.
Banyak negara juga kembali beralih ke emas sebagai aset cadangan. Pada 2025, cadangan emas global resmi melampaui kepemilikan asing atas surat utang AS. Harga emas mencapai US$5.000 per troy ounce. Bank sentral Belanda dan Prancis baru-baru ini memindahkan besar cadangan emas dari AS, mencerminkan penurunan kepercayaan terhadap AS sebagai safe haven ekonomi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 06.40
Harga Emas Hari Ini Merosot Tersengat Lonjakan Dolar AS hingga Harga Minyak
Berita terkait
BCA-Batavia hadirkan reksa dana syariah berbasis dolar AS
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 14.51
Top 3: Harga Emas Tergelincir
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 06.30
Buang Dolar AS, BRICS Siapkan Jalur Pembayaran Rahasia untuk Geser Dominasi Barat
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 20.47
Pengaruh Suku Bunga The Fed terhadap Harga Emas
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.20