Dominasi Investor Asing di SBN Tersisa 13-14%, Wamenkeu Sebut Perkuat Pembiayaan Domestik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan mengungkapkan penurunan signifikan porsi kepemilikan asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. Per 15 September 2026, porsi kepemilikan asing pada SBN berada di level 13,09 persen atau setara Rp904,39 triliun, jauh lebih rendah dari posisi 40 persen pada dekade sebelumnya. Komposisi ini mencakup SUN sebesar Rp885,98 triliun dan SBSN sebesar Rp18,41 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan penyusutan porsi investor asing ini merupakan hasil dari strategi pemerintah untuk memperkuat basis pembiayaan domestik. Dengan dominasi investor dalam negeri yang semakin solid, pasar SBN diharapkan lebih tahan terhadap volatilitas dan gejolak ekonomi global.
Juda menekankan bahwa fokus utama pembiayaan SBN tetap pada pembiayaan dari dalam negeri yang relatif tidak rentan terhadap dampak global. Langkah ini dinilai memberikan dampak positif bagi stabilitas moneter nasional, khususnya dalam meminimalisir guncangan pasar uang dan valuta asing akibat dinamika sentimen global.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp394 Triliun hingga Agustus 2026
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 19.23
Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp394 T Hingga Agustus 2026
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 16.35
Utang Pemerintah Tembus Rp506 Triliun hingga Agustus, Ini Kondisi SBN
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 13.50
Pemerintah Tarik Utang Rp 506 Triliun, Ini Sumbernya
Detik.com · 18 September 2026 pukul 12.58