Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dorong Ekonomi dan Keuangan Inklusif yang Responsif Gender bagi Kelompok Usaha Subsisten

Bank Indonesia (BI) bersama Women’s World Banking dan Kementerian PPPA meluncurkan kajian “Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender: Pembelajaran dari Kelompok Subsisten di Indonesia” pada Jumat (21/8), sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia 2026. Kajian ini merupakan kolaborasi antara Women’s World Banking dan BI pada 2025, yang menelaah dinamika kelompok usaha subsisten, khususnya faktor yang memengaruhi partisipasi dan manfaat yang diterima anggota, terutama perempuan. Program Ekonomi dan Keuangan Inklusif yang telah diimplementasikan sejak 2021 dirancang untuk menjangkau kelompok yang sulit tercapai layanan keuangan formal melalui pendekatan kelompok yang membangun kebersamaan, kepercayaan, dan kemandirian.

Kajian menggunakan pendekatan Women-Centered Design dan dilakukan terhadap sembilan kelompok binaan BI di DKI Jakarta, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, dan Bali. Temuan utama menunjukkan bahwa norma gender memengaruhi ruang dan waktu perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok dan mengembangkan usaha. Beban kerja perawatan yang besar di rumah tangga menjadi salah satu faktor utama yang membatasi partisipasi perempuan. Kementerian PPPA menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi nasional, dan akses terhadap pembiayaan, pengetahuan, teknologi, pasar, dan ruang pengambilan keputusan sangat penting.

Sebagai tindak lanjut, BI dan Women’ World Banking menyempurnakan pedoman Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Inklusif Berbasis Kelompok Subsisten dengan pendekatan yang lebang responsif gender. Pedoman ini diharapkan menjadi panduan bagi 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri BI dalam merancang intervensi yang sesuai dengan kebutuhan perempuan dan laki-laki di berbagai daerah. Pendekatan ini bertujuan untuk membuka ruang bagi perempuan agar dapat mengembangkan usaha, mengelola pendapatan, dan mengambil keputusan untuk dirinya dan keluarganya.

Berita terkait