Dove Hairfall Control Hadirkan Inovasi AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dove Hairfall Control meluncurkan platform digital Dove Scalp + Hair AI Analysis pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI PERDOSKI yang diselenggarakan 6-8 Agustus 2026 di Yogyakarta. Platform ini merupakan kolaborasi dengan PERDOSKI Cabang Jakarta untuk membantu masyarakat memahami kondisi kulit kepala dan menemukan solusi perawatan rambut yang tepat. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 2.000 tenaga medis dari seluruh Indonesia dengan tema 'Bridging the Gaps: From Innovation and Research to Application and Practice in Dermatology, Venereology, and Aesthetics.' Menurut dr. Sofiah Lontoh, sekitar 80% penyebab rambut rontok berasal dari kulit kepala, bukan dari kelemahan pada batang rambut. Oleh karena itu, fokus perawatan harus ditujukan pada kesehatan kulit kepala yang sering diabaikan. Setiap individu memiliki kebutuhan kulit kepala yang berbeda, sehingga skrining dini menjadi penting untuk menentukan penyebab rambut rontok dan perawatan yang sesuai. Dove Scalp + Hair AI Analysis menggabungkan teknologi AI dengan metode self-assessment yang divalidasi oleh para ahli dermatologi.
Bagikan
Berita terkait
Bali Incar Tuan Rumah Kongres Dokter Kulit Dunia 2031, Koster Buka Suara
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 18.48
Ini 5 Cara Alami Cegah Kerontokan Rambut Pria Usia 30–50 Tahun
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 07.40
Malas Ribet Tata Rambut? Tren Lazy Hair Bikin Dry Shampoo Semakin Dilirik
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 15.10
Teknologi AI Bantu Deteksi Dini dan Personalisasi Perawatan Rambut Rontok
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 03.55