Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

DPR Minta Pengungsian Gempa NTT Ramah Disabilitas dengan Trauma Healing Bagi Korban

Wakil Komisi IX DPR Yahya Zaini meminta pemerintah memastikan tempat pengungsian korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) ramah terhadap kelompok rentan, termasuk disabilitas, lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Ia menekankan pentingnya trauma healing, terutama bagi anak-anak dan korban yang kehilangan keluarga. Pemerintah juga diminta untuk membagi wilayah terdampak ke dalam sektor pencarian berbasis desa agar tidak ada korban yang terlewat.

Yahya menyoroti perlunya pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di pengungsian, termasuk pemeriksaan kelayakan rumah sakit dan penyediaan fasilitas kesehatan sementara jika bangunan tidak aman. Jalur evakuasi medis berjenjang harus tersedia, dengan kapasitas tempat tidur, dokter spesialis, stok darah, dan ruang operasi yang dipantau di satu pusat kendali.

Kebutuhan dasar pengungsi seperti air bersih, tenda, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan juga harus dipastikan. Fasilitas mandi, toilet darurat, dan pengelolaan sampah perlu dikelola untuk mencegah wabah. Pengungsian harus dipisahkan berdasarkan kebutuhan perlindungan, dengan ruang aman untuk perempuan dan anak, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Hingga 18 Agustus, gempa NTT menyebabkan 70 kematian, 538 luka, 331.220 pengungsi, dan 16.441 kepala keluarga terdampat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait