DPR Minta Polri Kedepankan Pendekatan Humanis Tangani Konflik Agraria
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Al Fath mendorong Polri dan pemangku kepentingan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan dialog dalam menyelesaikan konflik agraria yang melibatkan masyarakat. Dalam rapat dengan Kabareskrim Polri dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Rano menekankan bahwa sengketa agraria yang telah berakar lama tidak bisa hanya diselesaikan melalui jalur hukum pidana. Ia meminta kepolisian untuk tidak langsung mengambil tindakan pidana, melainkan lebih dulu mengadakan dialog dengan menghubungkan semua pihak terkait. Rano juga memahami bahwa laporan masyarakat tidak boleh ditolak, namun mengharapkan petugas lapangan bertindak lebih bijaksana dan cermat saat menangani kasus yang beririsan dengan sengketa pertanahan. Konflik agraria sering dipicu oleh tumpang tindih penguasaan lahan, khususnya antara kawasan hutan, perkebunan, konsesi, dan wilayah masyarakat adat. Rano mencontohkan kasus pertanahan di Aceh yang menunjukkan kompleksnya sengketa hak atas tanah yang belum terselesaikan. Ia berharap dialog dapat menjadi kunci penyelesaian agar konflik tidak semakin memperuncing di lapangan.
Bagikan
Berita terkait
Komisi III DPR Tunda RDPU Bahas Persoalan Konflik Agraria
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.58
Uang Vilmei Diduga Dipakai Karyawannya untuk Pesta Ultah di Bandung dan Jakarta
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 23.44
TikToker Vilmei Pasrah Uang Rp 1,2 Miliar Raib: Mau Diapain Coba?
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 23.43
Merespons Rencana Aksi Demonstrasi 27 Agustus, Boni Hargens Singgung Angsa Hitam
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 23.05