DPRD Beri Alarm soal Krisis Guru di Jabar, Kekurangan 6 Ribu Pengajar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

DPRD Jawa Barat memperingatkan krisis kekurangan guru yang diperkirakan mencapai 6.000 orang di seluruh provinsi. Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, menyatakan situasi ini sudah berada di titik kritis, bahkan menyentuh sekolah-sekolah unggulan dan daerah pelosok. Akibat kebijakan pemerintah pusat yang melarang rekrutmen guru honorer baru dan aturan zero growth dari Kementerian PANRB, sekolah terpaksa mengirim guru mengajar di luar bidang keahliannya, seperti guru bahasa Inggris mengajar bahasa Indonesia atau guru fisika mengajar kimia. Hal ini berpotensi merusak standar nasional pendidikan dan menurunkan kualitas lulusan. Untuk mengatasi krisis ini, Pemerprov Jabar dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menandatangani perjanjian kerja sama program PROBIDIK dengan menempatkan 1.066 mahasiswa di sekolah-sekolah sesuai kebutuhan. Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa tantangan pendidikan tidak hanya pada anggaran dan sarana, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.
Bagikan
Berita terkait
Jembatani Kebutuhan Industri Kreatif, Perindo Jabar dan MNC University Hadirkan Program Beasiswa Kita
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 10.51
Karina Soerbakti Gulirkan Program Satu Seragam Sejuta Harapan untuk Pelajar di Bogor
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.00
Dana Pesantren di Jabar Dipotong, Baznas Siapkan Bantuan dari Zakat
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.23
Kekurangan Guru Capai 4.600 Orang, Pendidikan di Jabar Hadapi Ancaman Serius
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.30