DPRD Beri Alarm soal Krisis Guru di Jabar, Kekurangan 6 Ribu Pengajar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

DPRD Jawa Barat memperingatkan krisis kekurangan guru yang diperkirakan mencapai 6.000 orang di seluruh provinsi. Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, menyatakan situasi ini sudah berada di titik kritis, bahkan menyentuh sekolah-sekolah unggulan dan daerah pelosok. Akibat kebijakan pemerintah pusat yang melarang rekrutmen guru honorer baru dan aturan zero growth dari Kementerian PANRB, sekolah terpaksa mengirim guru mengajar di luar bidang keahliannya, seperti guru bahasa Inggris mengajar bahasa Indonesia atau guru fisika mengajar kimia. Hal ini berpotensi merusak standar nasional pendidikan dan menurunkan kualitas lulusan. Untuk mengatasi krisis ini, Pemerprov Jabar dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menandatangani perjanjian kerja sama program PROBIDIK dengan menempatkan 1.066 mahasiswa di sekolah-sekolah sesuai kebutuhan. Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa tantangan pendidikan tidak hanya pada anggaran dan sarana, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.
Bagikan
Berita terkait
Berkat Pajak dari Masyarakat, Jutaan Siswa di Jabar Nikmati Bantuan Pendidikan
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 14.30
Guru PPPK Paruh Waktu Rekam Dalaman Rok Siswi di Subang Dipecat
kumparan · 30 September 2026 pukul 18.14
SMAN 21 Bandung Juara Regional AXIS Nation Cup 2026, Siap Bawa Nama Jabar ke Jakarta
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 18.45
DPRD Jabar Bahas Wacana SPP Bayar Lagi, Dedi Mulyadi: Kalau Masih Ada Pungutan Kami akan...
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 06.55