Driver Ojol Lapor ke Armuji Seusai Dirundung Saat Ambil Pesanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial YGL (30) melapor ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji setelah mengalami berbagai bentuk kekerasan psikis dan pelecehan seksual selama bekerja. Perundungan tersebut terutama terjadi di Jalan Kacapiring dan Jalan Ambengan saat mengambil pesanan pelanggan. YGL, yang telah bekerja sebagai ojol sejak 2018, mengaku baru mengalami bullying sekitar setahun terakhir. Bentuk kekerasan yang dialaminya meliputi pelecehan seksual verbal, termasuk diminta membuka celana dan ditanya soal status kelaminnya, meskipun ia sudah sunat sejak kelas 5 SD. Selain itu, ia juga mendapatkan komentar rasis dan diskriminasi etnis, dengan pelaku yang mengatakan katanya harus "pulang ke negerinya Tiongkok". YGL mencoba melawan dengan membentak, namun pelaku tetap melanjutkan tindakannya di hari berikutnya. Laporannya ini menyoroti kasus kekerasan terhadap pekerja platform digital di Surabaya.
Bagikan
Berita terkait
Terungkap! Ini Motif Ojol Lempar Molotov ke 2 Pos Polisi di Surabaya
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.07
Tarif Ojol dan Kurir Makanan akan Diatur Lagi, Aturan Terbit September
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 21.00
Potongan 8% Disebut Tak Naikkan Pendapatan Ojol 3 Kali Lipat
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.15
Ada Ojol Tolak Jadi UMKM, Begini Respons Pemerintah
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.05