Driver Ojol Lapor ke Armuji Seusai Dirundung Saat Ambil Pesanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial YGL (30) melapor ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji setelah mengalami berbagai bentuk kekerasan psikis dan pelecehan seksual selama bekerja. Perundungan tersebut terutama terjadi di Jalan Kacapiring dan Jalan Ambengan saat mengambil pesanan pelanggan. YGL, yang telah bekerja sebagai ojol sejak 2018, mengaku baru mengalami bullying sekitar setahun terakhir. Bentuk kekerasan yang dialaminya meliputi pelecehan seksual verbal, termasuk diminta membuka celana dan ditanya soal status kelaminnya, meskipun ia sudah sunat sejak kelas 5 SD. Selain itu, ia juga mendapatkan komentar rasis dan diskriminasi etnis, dengan pelaku yang mengatakan katanya harus "pulang ke negerinya Tiongkok". YGL mencoba melawan dengan membentak, namun pelaku tetap melanjutkan tindakannya di hari berikutnya. Laporannya ini menyoroti kasus kekerasan terhadap pekerja platform digital di Surabaya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 13.45
Ojol Lempari Pos Polisi Surabaya dengan Molotov, DPR sebut Tindakan Anarkis Harus Dipidana
Berita terkait
Kreator Konten Boneka Pelecehan Diperiksa, Korban Capai Ratusan
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 12.08
Viral Dugaan Pelecehan Seksual Boneka di Surabaya, DPR Geram dan Minta Pelaku Diproses Hukum
JawaPos · 22 September 2026 pukul 22.15
Viral Pelecehan Seksual Modus Konten Prank Boneka di Surabaya, Polisi Selidiki
kumparan · 22 September 2026 pukul 19.21
Viral Pelecehan Modus Konten Ngasih Boneka di Surabaya, Pelaku Minta Maaf
Detik.com · 22 September 2026 pukul 09.56