Dukcapil Ungkap Nama Unik Penduduk dari Profesi: Kiai sampai Presiden
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4608037/original/088484600_1697087386-IMG-20231012-WA0008.jpg)
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan sejumlah nama warga negara Indonesia yang unik dan berasal dari profesi atau jabatan. Berdasarkan data Semester I 2026, ada sekitar 306.569 penduduk bernama 'Hakim', 3.116 bernama 'Guru', 397 bernama 'Jaksa', 225 bernama 'Dosen', 166 bernama 'Pilot', 153 bernama 'Bidan', 123 bernama 'Kyai', 118 bernama 'Kiai', dan 113 bernama 'Ustaz'. Selain itu, tercatat 35 warga bernama 'Presiden' dan 29 bernama 'Pendeta'. Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi menjelaskan bahwa pemilihan nama sering kali terinspirasi dari harapan orang tua terhadap profesi atau jabatan tertentu.
Selain dari profesi, banyak nama yang mengacu pada nama negara atau warna. Negara yang paling sering muncul sebagai nama adalah Oman dengan 28.818 penduduk, diikuhi oleh Yunani (12.258), Yaman (10.103), dan Suriah (7.127). Beberapa negara seperti Amerika tidak ditemukan sebagai nama. Untuk nama berdasarkan warna, 'Nila' paling banyak dengan 62.903 penduduk, diikuti oleh 'Jingga' (17.533), 'Biru' (8.193), 'Magenta' (2.637), 'Putih' (2.600), 'Emas' (2.104), 'Merah' (1.093), 'Kuning' (1.015), dan 'Pink' (818).
Menurut Teguh, variasi nama ini mencerminkan keanekaragaman budaya dan mungkin dipengaruhi oleh pengalaman pribadi orang tua, seperti bekerja di luar negeri. Dia menekankan pentingnya pengaturan nama dalam dokumen kependudukan untuk memastikan keakuratan pencatatan.
Bagikan
Berita terkait
Dukcapil Ungkap Nama Unik Penduduk dari Profesi: Kiai, Bidan sampai Presiden
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 13.32
Mendagri Perkuat Keamanan Siber untuk Digitalisasi Akta Kelahiran
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 21.27
Prabowo: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.08
Prabowo Targetkan 750 BUMN Lebih Ditutup hingga Akhir 2026
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 11.38