Dunia Dihantam Neraka Bolong, Sekjen PBB Beri Ramalan Mengerikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa El Nino menguat dengan sangat cepat dan akan mendominasi pola cuaca global. Fenomena ini meningkatkan risiko gelombang panas, kekeringan, dan banjir di berbagai belahan dunia. Suhu permukaan laut di Pasifik tengah diperkirakan melonjak lebih dari 2,9 derajat Celsius di atas normal. Dampak paling ekstrem diperkirakan melanda Afrika, Eropa Selatan, anak benua India, Asia Timur, dan Amerika Selatan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan El Nino sudah berlangsung saat ini, bukan lagi ancaman yang akan datang. Ia mendesak negara-negara untuk mempercepat aksi iklim dan menghentikan proyek baru batu bara, minyak, serta gas, karena El Nino bertemu dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Sementara itu, Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menekankan bahwa prakiraan saja tidak cukup tanpa tindakan nyata dari pemerintah untuk melindungi masyarakat yang rentan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 12.20
PBB: El Nino Bak Siram Bensin ke Bumi yang Sudah Terbakar
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.06
Rekor! Korsel Catat Suhu Tertinggi 42,5 Derajat Celsius
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 15.00
BMKG Sebut Tujuh dari 10 Daerah di NTB Berstatus Kekeringan
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 07.05
BMKG Ungkap Kapan Musim Hujan di Indonesia
Berita terkait
Petaka Bakal Makin Sering Serang Dunia, Terkuat yang Pernah Tercatat
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 20.00
Studi: El Nino Tahun Ini Bisa Pecah Rekor, Bumi Siap 'Terpanggang'
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 12.30
Ribuan Titik di RI Tak Diguyur Hujan Lebih dari 2 Bulan Imbas El Nino
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 12.24
Peneliti BRIN Warning El Nino Terkuat dan Terlama 2026, Ini Dampaknya
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.30