Makin Panas, Pertempuran Pasukan Yaman vs Houthi Tewaskan 48 Orang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran semakin memanas. Dalam beberapa jam terakhir, sebanyak 48 orang tewas, dengan 17 prajurit pemerintah dan 31 anggota Houthi dilaporkan tewas. Situasi ini menandai peningkatan intensitas konflik setelah sekitar empat tahun relatif tenang sejak gencatan senyawa yang dimediasi PBB berlaku pada 2022. Dalam beberapa bulan terakhir, pertempuran antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional semakin sering terjadi. Salah satu keberhasilan terbesar Houthi sejak gencatan senjata adalah mereka berhasil merebut kota Mokha, sekaligus memperkuat kendali mereka atas wilayah pesisir negara tersebut. Saat ini, Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sebagian besar wilayah padat penduduk di bagian utara dan barat Yaman. Di sisi lain, pemerintah Yaman yang berkedudukan di Kota Aden mendapat dukungan kuat dari Arab Saudi. Konflik ini telah menyebabkan lebih dari 150.000 orang tewas dan jutaan warga Yaman menghadapi risiko kelaparan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 September 2026 pukul 03.00
Dalam 24 Jam, 63 Orang Tewas dalam Pertempuran Houthi vs Pemerintah Yaman
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.05
Jet Arab Saudi Ditembak Houthi, AS Deal Jual 48 F-35 Rp427 T ke Riyadh
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 08.09
China Tekan Iran agar Kendalikan Houthi yang Gencar Serang Arab Saudi
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 05.38
Arab Saudi Minta Tolong, China Diam-Diam Tekan Iran soal Houthi
Berita terkait
Saudi Vs Houthi Memanas Perkara Drone Dekat Tanah Suci
Detik.com · 16 September 2026 pukul 22.06
Warga AS Diimbau soal Risiko Serangan Rudal di Arab Saudi
Detik.com · 16 September 2026 pukul 12.47
Arab Saudi: Houthi Serang <i>Red Line</i>, Kita Tak Ragu untuk Balas!
Detik.com · 16 September 2026 pukul 11.28
Makkah Kena Alarm Perang, Saudi Jadi Titik Panas Baru di Timteng
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 05.37