Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Eddy Soeparno Sebut Transisi Energi Jadi Langkah Strategis Jangka Panjang

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar respons jangka pendek terhadap gejolak geopolitik seperti konflik Timur Tengah, melainkan kebutuhan strategis jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi, daya saing ekonomi, dan perlindungan dari krisis iklim. Dalam forum Ekoniklim 2026, ia menyatakan bahwa konflik bisa mereda, tetapi kebutuhan membangun sistem energi yang tangguh, bersih, dan kompetitif akan selalu ada. Indonesia harus memiliki visi hingga 2045, 2060, dan seterusnya, bukan hanya reaktif terhadap situasi global saat ini.

Eddy menyebut Indonesia memiliki modal besar menjadi pemain utama ekonomi hijau dunia dengan potensi energi baru terbarukan sekitar 3.600 GW, serta cadangan hutan, gambut, dan mangrove terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan energi terbarukan masih sangat kecil. Ia mengingatkan agar tidak terjebak pada dikotomi antara ketahanan energi dan transisi energi, karena negara yang bergantung pada fosil akan rentan terhadap fluktuasi harga dan ketidakpastian geopolitik.

Transisi energi harus dirancang bertahap dengan perencanaan matang sebagai fondasi ketahanan energi jangka panjang. Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara ketersediaan energi, keterjangkauan harga, dan keandalan sistem kelistrikan agar proses berlangsung adil tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait