Efektivitas Proyek Pengelolaan Sampah Danantara Dipertanyakan, Berpotensi Mangkrak?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para kepala daerah di Indonesia kini ditarik dalam krisis sampah setelah pemerintah menutup 343 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di seluruh negeri. Meskipun DENERA, anak perusahaan DANANTARA, menawarkan solusi pengelolaan sampah menjadi energi (PSEL), banyak kepala daerah yang belum yakin solusi tersebut dapat menyelesaikan permasalahan secara efektif. Total penyerapan sampah melalui proyek PSEL masih jauh di bawah jumlah sampah yang dihasilkan nasional, yang mencapai 140.000 ton per hari. Akhirnya, kebijakan dan aksi pengelolaan sampah dianggap lambat, tidak terkoordinasi dengan baik, dan berpotensi hanya memindahkan masalah sampah menjadi masalah pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca. Ahmad Safrudin, Chief Executive of Net Zero Waste Management Consortium, menyampaikan bahwa perencanaan dan persiapan PSEL didominasi oleh orang yang kurang berpengalaman, serta tidak melibatkan stakeholder kunci dalam rantai pasok. Hal ini berisiko tinggi menciptakan kemangkrakan proyek PSEL di masa depan. Tanpa adanya rasa urgensi dan partisipasi yang inklusif, upaya pengelolaan sampah berpotensi tidak berkelanjutan dan tidak mencapai dampak yang diharapkan bagi pengurangan sampah nasional.
Bagikan
Berita terkait
Danantara Resmikan Proyek PSEL Rp 3 Triliun di Bekasi, Solusi Atasi Darurat Sampah
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 14.15
Danantara Bakal Bangun PSEL Rp3 T, Tuntaskan Polemik Sampah DIY
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 04.45
Begini Hitung-hitungan Danantara Soal Manfaat PSEL di Jogja
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.00
969 Ton Sampah Palembang Mulai Dikirim ke PSEL, 141 Armada Dikerahkan
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 21.01