Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Efektivitas Proyek Pengelolaan Sampah Danantara Dipertanyakan, Berpotensi Mangkrak?

Para kepala daerah di Indonesia kini ditarik dalam krisis sampah setelah pemerintah menutup 343 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di seluruh negeri. Meskipun DENERA, anak perusahaan DANANTARA, menawarkan solusi pengelolaan sampah menjadi energi (PSEL), banyak kepala daerah yang belum yakin solusi tersebut dapat menyelesaikan permasalahan secara efektif. Total penyerapan sampah melalui proyek PSEL masih jauh di bawah jumlah sampah yang dihasilkan nasional, yang mencapai 140.000 ton per hari. Akhirnya, kebijakan dan aksi pengelolaan sampah dianggap lambat, tidak terkoordinasi dengan baik, dan berpotensi hanya memindahkan masalah sampah menjadi masalah pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca. Ahmad Safrudin, Chief Executive of Net Zero Waste Management Consortium, menyampaikan bahwa perencanaan dan persiapan PSEL didominasi oleh orang yang kurang berpengalaman, serta tidak melibatkan stakeholder kunci dalam rantai pasok. Hal ini berisiko tinggi menciptakan kemangkrakan proyek PSEL di masa depan. Tanpa adanya rasa urgensi dan partisipasi yang inklusif, upaya pengelolaan sampah berpotensi tidak berkelanjutan dan tidak mencapai dampak yang diharapkan bagi pengurangan sampah nasional.

Berita terkait