Ekonomi China Gemetar! Laba Industri Ambruk, Terburuk Tahun Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laba industri China pada Juli 2026 tumbuh hanya 11,2% secara tahunan, melambat dari 18,7% pada paruh pertama dan menjadi laju terlemah tahun ini. Dalam tujuh bulan pertama, laba industri naik 17,6%, ditopang kuatnya sektor sirkuit terpadu dan AI yang mendorong permintaan peralatan komputasi. Industri ini menyumbang lebih dari 80% dari total laba sektor elektronik. Namun, sektor konsumen seperti furnitur dan bahan baku mengalami tekanan, dengan laba minyak bumi membalik keuntungan setelah lonjjaknya harga kimia akibat gangguan pasokan di Timur Tengah. Ekonomi China pada kuartal kedua tumbuh pada laju terendah dalam lebih dari tiga tahun, didorong oleh lesunya investasi properti, infrastruktur, dan penurunan ekspor riil yang anjlok ke 5,5% pada Juli dari 11,6% pada Juni. Inflasi pabrik juga melambat ke 3,5% pada akhir Juli setelah sempat tumbuh pesat akibat kenaikan biaya energi global. Para ekonom memperkirakan otoritas akan meningkatkan dukungan fiskal untuk menstabilkan profitabilitas perusahaan, meski pemulihan ekonomi tetap terhambat oleh kehancuran pasar properti dan kepercayaan rumah tangga yang lemah.
Bagikan
Berita terkait
Ledakan AI Dunia Makan Korban Baru: Raksasa Miras China
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.40
DSI Bongkar 6.500 Transaksi Ekspor, Telusuri Potensi Under Invoicing
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 21.45
Telin dan Telkom Bedah Strategi Transformasi AI di Forum ignitePRO 2026
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 21.27
CEO Kreta Digital Ajak Pelaku Usaha Tetap Relevan Lewat AI
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.20