Ekonomi RI Diproyeksikan Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi global diprediksi menghadapi tantangan pada 2026 akibat tingginya harga energi, suku bunga global, dan perlambatan pertumbuhan dunia dari 3,5% (2025) menjadi 3,0%. Ketegangan geopolitik memicu tekanan inflasi dan memperketat kondisi keuangan global, meski harga minyak diperkirakan akan menurun seiring penyesuaian pasokan.
Indonesia diproyeksikan tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2% pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh stabilitas makro ekonomi, belanja pemerintah, serta aktivitas domestik yang solid. Investasi asing langsung (FDI) juga menunjukkan tren positif, terutama pada sektor hilirisasi, industri logam dasar, dan pengembangan pusat data sebagai sumber pertumbuhan baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 13 September 2026 pukul 08.00
Jaringan Bisnis Indonesia-Singapura Diperluas untuk Buka Peluang Kerja Sama
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.29
Bos Danantara Yakin Suahasil Bawa Angin Positif untuk Ekonomi RI
kumparan · 14 September 2026 pukul 16.40
Pekanbaru Raih Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia Sebesar 7,39 Persen
Detik.com · 14 September 2026 pukul 16.12
Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia
Berita terkait
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Tumbuh Resilien di Tengah Ketidakpastian Global dan Dinamika Pasar Keuangan
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 05.10
JP Morgan Sebut Target Pertumbuhan RI 6 Persen di 2027 Tak Mudah
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.31
Video: Agar Ekonomi Tumbuh Lebih Cepat, Pemerintah Harus Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI 2027, Ada Digitalisasi hingga Bursa Mineral
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 08.29