Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Tumbuh Resilien di Tengah Ketidakpastian Global dan Dinamika Pasar Keuangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap resilien dengan pertumbuhan sekitar 5,2% pada 2026, meskipun ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 3,0%. Pertumbuhan ini didorong oleh stabilitas makroekonomi, belanja pemerintah, aktivitas domestik yang solid, serta aliran investasi asing (FDI) pada sektor hilirisasi, industri logam dasar, dan pengembangan pusat data.
Namun, Indonesia menghadapi risiko eksternal berupa peningkatan defisit transaksi berjalan akibat impor energi dan volatilitas pasar keuangan global. Untuk mengatasinya, Bank Indonesia memperkuat pasar valuta asing domestik melalui kebijakan Local Currency Transaction dan VASTRA guna meningkatkan likuiditas, transparansi, serta stabilitas nilai tukar Rupiah dalam jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 19.16
Ekonom proyeksikan ekonomi RI tetap resilien di tengah dinamika global
Detik.com · 9 September 2026 pukul 19.24
Tito Ungkap 4 Komponen Utama Genjot Pertumbuhan Ekonomi Daerah
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 15.34
Kemenkeu: Tantangan RI bukan volume investasi tapi produktivitas
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.04
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Mentrans: Industrialisasi Luar Jawa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Berita terkait
Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$146,5 M per Agustus 2026
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.13
JP Morgan Sebut Target Pertumbuhan RI 6 Persen di 2027 Tak Mudah
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.31
Destry Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Tak Jelek, Ini Buktinya!
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.01
Kalah dari Vietnam, Bos BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Lebih Stabil
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 14.10