Ekowisata Harus Berkontribusi bagi Konservasi Lingkungan Bali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konferensi internasional CAITEC 2026 digelar di Sanur, Bali pada 14 Agustus dengan tema keamanan pangan melalui pertanian berkelanjutan dan ekowisata di tengah perubahan iklim. Konferensi ini diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa bersama lima perguruan tinggi mitra. Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Wisnumurti, menegaskan ekowisata tidak boleh sekadar jargon pemasaran, melainkan harus memberikan kontribusi nyata bagi konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Integrasi prinsip konservasi ke dalam pariwisata dan pertanian lokal dinilai mendesak mengingat ancaman perubahan iklim global.
Para ahli juga membahas berbagai kebijakan dan tantangan konservasi di Bali. Anggota Kelompok Ahli Gubernur Bali, Prof. Suryawan, menyoroti Perda Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pertanian Organik dan Perda Nomor 4 Tahun 2026 yang melarang alih fungsi lahan produktif untuk pariwisata dan properti guna menjaga kelestarian Subak dan kedaulatan pangan. Sementara itu, Associate Professor Michael van Keulen dari Universitas Murdoch memperingatkan fenomena shifting baseline syndrome, di mana target konservasi sering ditetapkan terlalu rendah karena data ilmiah hanya tersedia sekitar 100 tahun terakhir. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan catatan sejarah dan kearifan lokal ke dalam riset ilmiah.
Bagikan
Berita terkait
Info Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP dari Bali ke Pulau Jawa Selasa (18/8)
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 07.33
Cek Samsat Keliling di Bali Selasa (18/8), Ini Jadwal dan Lokasinya!
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 06.34
Jadwal SIM Keliling di Bali Selasa (18/8), Silakan Cek Lokasinya!
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 06.14
Persib Menang, Pembuktian Mariano Peralta Ditunggu Lagi Hari Ini
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 05.26