Eks Presiden AS Derita Kanker Prostat, Kondisinya Memburuk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kondisi kesehatan mantan Presiden AS Joe Biden dilaporkan memburuk. Anaknya, Hunter Biden, dalam wawancara dengan BBC International yang dimuat Reuters pada Senin (10/8/2026), mengatakan kanker prostat yang diderita Biden telah menyebar atau bermetastasis ke tulang dan lebih jauh lagi, sehingga menyebabkan rasa sakit yang berat dan keterbatasan signifikan. Juru bicara Biden yang berusia 83 tahun menolak berkomentar soal wawancara tersebut.
Biden mengungkapkan diagnosis kanker prostat pada Mei 2025, kurang dari empat bulan setelah meninggalkan Gedung Putih, dengan bentuk yang agresif dan telah menyebar ke tulang. Pada Oktober 2025, juru bicaranya menyebut Biden menjalani terapi radiasi dan terapi hormon. Biden merupakan presiden AS tertua yang terpilih pada 2020, dan kondisi fisik serta ketajaman mentalnya menjadi perhatian publik selama masa kepresidenan 2021-2025.
Meski menjalani pengobatan, Biden masih menghadiri kegiatan publik, termasuk peresmian perpustakaan kepresidenan Barack Obama di Chicago pada Juni 2026. Biden sebelumnya menjabat wakil presiden pada 2009-2017. Memoarnya dijadwalkan terbit pada 17 November mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 10.21
Anak Ungkap Kondisi Joe Biden Melemah Akibat Kanker Mulai Menyebar
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 09.49
Kankernya Menyebar, Eks Presiden AS Joe Biden Sangat Kesakitan
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 11.58
Mengenal Kanker Prostat, Penyakit yang Diderita Joe Biden
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 06.01
Tentang Kanker Joe Biden yang Menyebar ke Tulang-tulang
Berita terkait
Ganja dan Vape Nikotin Tetap Tinggi di AS, Rokok Rendah dan Alkohol Menurun
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 04.06
Studi Ungkap Sebagian Pasien Kanker Prostat Berpotensi Tak Perlu Biopsi
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 18.50
Blak-blakan! Hunter Biden Akui Kontroversi Pengampunan Joe Biden
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 10.45
CDC sebut Infeksi diare "eksplosif" merebak di 47 negara bagian AS
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 23.48