Blak-blakan! Hunter Biden Akui Kontroversi Pengampunan Joe Biden
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hunter Biden, putra mantan Presiden AS Joe Biden, mengakui bahwa pengampunan hukum yang diberikan ayahnya pada Desember 2024 bukan pilihan yang baik bagi Amerika maupun warisan politik Joe Biden. Ia menyebut keputusan itu mudah dikritik dan memang ada alasannya, meski ia bersyukur atas pengampunan tersebut. Pengampunan penuh dan tanpa syarat itu mencakup vonis kepemilikan senjata api, kasus pajak, serta tindak pidana federal lain antara 2014-2024. Keputusan ini bertolak belakang dengan pernyataan Joe Biden sebelumnya yang menolak campur tangan dalam kasus hukum putranya. Hunter juga mengungkapkan bahwa ia dan ayahnya tidak pernah membahas kemungkinan pengampunan sebelumnya.
Hunter mengaku prihatin dengan kondisi kesehatan sang ayah yang mengidap kanker yang telah menyebar ke tulang. Ia juga menceritakan bahwa saat menonton debat presiden Juni 2024, ia langsung merasa ada yang tidak beres dengan kondisi ayahnya, yang kemudian mengakhiri kampanye pencalonan kembali Biden. Selain itu, Hunter mengungkapkan masa kecanduan alkohol dan narkoba yang parah, dengan konsumsi hampir satu galon vodka per hari dan kokain crack hampir setiap 15 menit.
Hunter menegaskan tidak merasa kebal hukum karena statusnya sebagai putra presiden, melainkan mencari pelarian dari kecemasan. Ia tak tertarik pada politik elektoral dan ingin fokus berbicara soal kecanduan dan pemulihan. Ia juga bangga atas ketangguhan ayahnya, bukan karier politiknya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 10.21
Anak Ungkap Kondisi Joe Biden Melemah Akibat Kanker Mulai Menyebar
Berita terkait
Eks Presiden AS Derita Kanker Prostat, Kondisinya Memburuk
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 14.00
Mengapa Trump Memainkan Peran sebagai Seorang Penghibur Reality Show di Perang Iran?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 03.30
Alasan di Balik Mundurnya Jubir yang Paling Dipercaya Trump
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 06.06
Geger Jubir Trump Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.28