Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Elektrifikasi Masuk Industri Alat Berat

Elektrifikasi mulai diterapkan di industri alat berat di Indonesia, didorong oleh kebutuhan menekan konsumsi bahan bakar dan emisi operasional perusahaan tambang dan konstruksi. Pada Mining Indonesia 2026, beberapa produsen seperti PT Altrak 1978 dan PT Berca Mandiri Perkasa memperkenalkan alat berat berbasis listrik seperti mini excavator EX20EV, backhoe loader BL95EV, serta forklift listrik merek Nichiyu, Noblelift, dan BYD. Chief Operating Officer Altrak 1978, Siman Fadil, menyatakan bahwa efisiensi energi dan pengurangan emisi sudah menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi pilihan, bagi industri pertambangan dan konstruksi di masa depan.

Alat berat listrik tidak menghasilkan emisi langsung saat dioperasikan dan memiliki lebih sedikit komponen bergerak, sehingga berpotensi menyederhanakan perawatan dan mengurangi kebisingan. Namun, adopsi teknologi ini masih menghadapi tantangan seperti infrastruktur pengisian daya yang belum merata di lokasi tambang, pasokan listrik yang tidak memadai, ketersediaan tenaga teknisi, dan perhitungan biaya operasional yang belum sepadu dengan mesin diesel.

Meski demikian, proses elektrifikasi di sektor alat berat diproyeksikan berlangsung secara bertahap. Produsen masih menyajikan alat konvensional bersamaan dengan unit listrik, menunjukkan bahwa transisi energi belum sepenuhnya menggantikan penggunaan bahan bakar fosil. Ke depan, faktor seperti konsumsi energi, biaya operasional, dan kesiapan infrastruktur akan semakin menentukan daya saing produk alat berat.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait