Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Empat Wilayah Kabupaten di Bali Terdampak Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat dampak kekeringan ekstrem yang meluas selama musim kemarau 2026. Setidaknya 529 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di empat kabupaten: Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Klungkung. Kekeringan ini tercatat terjadi sejak 11 April hingga 3 September 2026, dengan 15 desa atau kelurahan terdampat. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau 2026 diperkirakan lebih panjang, lebih kering, dan suhunya lebih tinggi dibandingkan kondisi normal, meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan, dan kebakaran di permukiman.

Dampak kekeringan meliputi lahan pertanian yang terdampak di Jembrana (79,95 hektar) dan Buleleng (108,60 hektar). Selain lahan yang sudah terdampak, 694,06 hektare dari total 64.704 hektare sawah di Bali berpotensi mengalami kekeringan. Untuk distribusi air bersih hingga 3 September 2026, telah dilakukan distribusi sebanyak 823.200 liter, dengan alokasi terbesar di Kabupaten Jembrana (450.200 liter), diikuti Buleleng (270.000 liter), Karangasem (65.000 liter), dan Klungkung (38.000 liter).

BPBD Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten dan kota terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan, khususnya pada wilayah dengan potensi terdampak kekeringan dan kebakaran. Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan, menekankan perlunya penguatan kesiapsiagaan pada ketersediaan dan perlindungan sumber air, peningkatan kapasitas infrastruktur penyimpanan dan distribusi air, serta sistem pemantauan dan koordinasi lintas sektor. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan atau tanpa pengawasan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait