Enam Bulan Perang Iran, Pasar Mulai Terbiasa meski Ujung Konflik Belum Terlihat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Enam bulan setelah AS dan Israel melancarkan operasi tempur di Iran, konflik berubah menjadi kebuntuan. Pemerintahan Trump menahan eskalasi militer dan beralih ke tekanan ekonomi dengan sanksi sekunder. Harga minyak Brent naik 20% sejak perang dimulai namun masih di bawah puncak April. Pasar saham global relatif tahan terhadap dampak ekonomi. Analis menilai strategi tekanan AS kecil kemungkinan memaksa Iran menyerah, sebab negara tersebut tangguh ekonomi dan berpotensi meningkatkan eskalasi militer.
Bagikan
Berita terkait
Senator AS Tuding Trump Untung Besar dari Perang Iran lewat Kepemilikan Aset Energi
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 09.28
Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Kini Sentuh US$ 93,82
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.10
Mengapa Perusahaan-perusahaan Minyak Dunia Untung Besar karena Perang Iran?
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 12.38
AS Tidak Bisa Putus Hubungan Iran dengan Dunia Luar
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 17.24