Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengapa Perusahaan-perusahaan Minyak Dunia Untung Besar karena Perang Iran?

Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran melumpuhkan arus energi global, mendorong harga minyak melonjak selama berbulan-bulan. Dampaknya terasa hingga ke pasar energi Amerika Serikat dan Eropa, dengan kenaikan harga kebutuhan rumah tangga yang signifikan. Perusahaan minyak raksasa (Big Oil) justru meraup keuntungan besar dari kondisi ini.

Empat perusahaan minyak terkemuka — ExxonMobil, Chevron, Shell, dan BP — mencatatkan kinerja finansial yang melesat. ExxonMobil mencatat laba kuartal kedua sebesar USD14,5 miliar (disesuaikan USD14,7 miliar), rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir. Chevron meraih laba kuartal kedua USD12 miliar, tertinggi dalam enam tahun, melampaui ekspektasi analis. Shell berhasil menggandakan labanya hingga lebih dari dua kali lipat, mencapai hampir USD10 miliar.

Keuntungan ini didorong oleh kenaikan harga minyak global dan margin penyulingan yang lebih kuat. Meskipun produksi di Qatar terganggu, sebagian besar produksi dan pasokan perusahaan-perusahaan ini berada di luar Selat Hormuz, sehingga tidak terdampak langsung. Konflik yang semakin luas hingga ke Laut Merah juga memperkuat tekanan pasar energi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait