Enam Tantangan dalam Mewujudkan Government 5.0 Menurut BPK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPK menegaskan bahwa tata kelola berbasis ESG dan transformasi menuju Government 5.0 menjadi fondasi utama untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Tahun 2025 kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Badan Karantina Indonesia pada 4 Agustus 2025, BPK menyatakan bahwa audit tidak hanya bertujuan memberikan opini, tetapi juga memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan manfaat keuangan negara bagi masyarakat. Anggota IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, menjelaskan bahwa opini Wajar Tanpa Pengecualian adalah titik awal untuk memperbaiki tata kelola, mengatasi kelemahan, dan meningkatkan efektivitas serta dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Ia menekankan bahwa prinsip ESG harus menjadi acuan dalam pengelolaan seluruh sumber daya pemerintah—keuangan, SDM, aset, dan kebijakan—agar memberikan manfaat berkelanjutan. BPK juga menyerukan transformasi Government 5.0 melalui penggunaan kecerdasan buatan, analisis data, dan kolaborasi lintas sektor yang berorientasi pada masyarakat dan keberlanjutan. Namun, BPK mencatat enam tantangan, dimulai dengan ketidaksamaan kematangan transformasi digital.
Bagikan
Berita terkait
Garuda eSIM Permudah Akses Internet di Lebih 160 Negara
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 10.29
Panja AI Kunjungi DKV BINUS, Habib Aboe: Artificial Intelligence Harus Jadi Mitra Kreatif, Bukan Musuh
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 16.16
Tingkatkan Layanan Publik, Pemerintah Perbarui Komitmen SP4N-LAPOR!
Detik.com · 29 September 2026 pukul 19.52
Data Perusahaan Makin Berharga di Era AI, Bisa Jadi Sumber Cuan Baru
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 19.05