Energi Bersih Masuk Sawah Bantu Petani Atasi Masalah Pascapanen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319172/original/081140100_1786192013-WhatsApp_Image_2026-08-07_at_11.56.53_AM.jpeg)
UPN Veteran Jawa Timur menerapkan teknologi pascapanen jagung berbasis energi surya di Dusun Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hibah BIMA Tahun 2026. Tim menyerahkan satu unit mesin pemipil jagung berbasis PLTS berkapasitas 650 Wp dengan motor 1,1 kW yang mampu memipil 50 kilogram jagung per jam, serta rak pengering dilengkapi sensor kadar air kepada Kelompok Tani Bintang Timur.
Kegiatan diawali penyuluhan penanganan pascapanen, teknik pemipilan, pemanfaatan energi terbarukan, dan pentingnya menjaga kadar air jagung. Pelatihan operasi mesin, penggunaan sensor, dan perawatan peralatan juga diberikan agar berkelanjutan. Kepala Desa Mulyorejo dan ketua kelompok tani mengapresiasi program ini karena mengatasi ketergantungan pada jasa pemipil keliling yang sering menimbulkan antrean di musim panen. Teknologi ini diharapkan meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas, menekan biaya operasional, dan memperoleh nilai jual lebih baik.
Program ini mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pendidikan berkualitas, energi bersih, produktivitas ekonomi, dan produksi bertanggung jawab. Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan memperkuat sistem pengelolaan hasil panen sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Hari Tani, Harga Pupuk Subsidi Makin Terjangkau
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 03.11
Bukan Cuma Produksi, Kemenko Pangan Ungkap 4 Kunci Ketahanan Pangan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 18.06
Petani di Bandung Manfaatkan Panas Bumi untuk Hasilkan Pupuk GeO-Fert
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.40
Kebutuhan Irigasi Terjawab, Kosmas Perindo Kawal Petani Nagekeo Naik Kelas lewat 3 Musim Tanam
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 14.52