Petani di Bandung Manfaatkan Panas Bumi untuk Hasilkan Pupuk GeO-Fert
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Petani di Kamojang, Bandung, menggunakan panas bumi untuk memproduksi pupuk GeO-Fert melalui PT Pertamina. Panas bumi bersuhu 60-70°C mempersingkat proses pengeringan pupuk organik dari 14 hari menjadi 12 jam. Hingga 2026, 600 ton limbah organik diolah menjadi 300 ton pupuk yang diaplikasikan pada 15 hektar lahan, mendukung 950 petani. Dalam program HAREPAN, pupuk ini menghasilkan 15 ton kentang dan 40 ton kol dengan penghematan Rp82 juta. Program DES ketahanan pangan Pertamina telah mendukung 2.091 hektar lahan dengan hasil 21.357 ton panen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.38
Dari Energi Terbarukan, Tumbuh Pangan dan Kemandirian Petani
kumparan · 24 September 2026 pukul 12.31
Energi Terbarukan Pertamina Dorong Produktivitas Petani di Lereng Bandung
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.55
Hari Tani 2026: Energi Terbarukan untuk Pangan dan Kemandirian Petani
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 11.19
Hari Tani Nasional, Pertamina Dorong Inovasi untuk Perkuat Produktivitas & Kemandirian Petani
Berita terkait
Hari Tani Nasional, Dari Energi Terbarukan, Tumbuh Pangan dan Kemandirian Petani
JawaPos · 24 September 2026 pukul 11.00
Pertamina Energi Terbarukan Dorong Produktivitas Petani di Lereng Bandung
kumparan · 24 September 2026 pukul 12.31
Pertamina Geothermal Mulai Pengeboran Sumur Kedua untuk PLTP Lumut Balai Unit 3
JawaPos · 23 September 2026 pukul 08.31
Kebutuhan Irigasi Terjawab, Kosmas Perindo Kawal Petani Nagekeo Naik Kelas lewat 3 Musim Tanam
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 14.52