Erupsi Anak Krakatau-Ombak Tinggi Hambat Pencarian 5 Jurnalis Hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang di Selat Sunda sempat terhambat akibat kondisi cuaca buruk dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurut Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto, gelombang tinggi mencapai 0,5 hingga 2 meter, angin kencang, dan guyuran abu vulkanik menjadi kendala utama tim SAR gabungan. Kapal kecil kesulitan menembus lokasi pencarian, sehingga Basarnas akhirnya mengerahkan kapal besar KN SAR Tetuka untuk melanjutkan operasi.
Hingga operasi SAR hari pertama ditutup, seluruh korban belum ditemukan. Fokus pencarian kini ditujukan pada radius 3 nautical mile dari koordinat terakhir yang dikirimkan salah satu penumpang kepada keluarganya. Kapal tersebut dilaporkan hilang pada Senin (7/9) siang ketika akan meliput aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Pihak terkait menyatakan bahwa medan di lokasi pencarian sangat berisiko, sehingga diperlukan koordinasi yang cermat antara tim SAR, PVMBG, dan Basarnas untuk memastikan keselamatan petugas yang terlibat dalam operasi pencarian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.20
Abu Vulkanik Anak Krakatau Dorong Penguatan Saham Kesehatan
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 23.00
875 Penumpang Gagal Terbang Gegara Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
Atasi Abu Vulkanik, Pemerintah Kota Jakarta Pusat Semprotkan Water Mist
VOI · 8 September 2026 pukul 21.15
Kisah Penumpang Usai Bandara Soetta Kembali Dibuka: dari Cancel-Kejar Flight
kumparan · 8 September 2026 pukul 20.42
Respons Dampak Abu Anak Krakatau, J99 Corp Tambah Operasional Bus hingga Bagikan 500 Ribu Masker
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.49
Sekolah di Jakarta Kembali Normal Besok, PJJ Berakhir Setelah Abu Vulkanik Menipis
VOI · 8 September 2026 pukul 18.19