Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi berkelanjutan sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) pagi. Erupsi menghasilkan semburan lava fountain berwarna merah menyala, disertai suara gemuruh. PVMBG Badan Geologi memastikan tubuh Anak Krakatau yang tumbuh kembali pascaerupsi 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan skala besar yang dapat memicu tsunami di Selat Sunda. Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan erupsi saat ini masih dalam kondisi normal, dengan status Level III Siaga dan radius rekomendasi 3 km dari pusat aktivitas. Masyarakat, wisatawan, dan pengunjung diminta tidak mendekati gunung. Potensi bahaya meliputi aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, dan hujan abu. PVMBG tetap memantau secara intensif dan tidak ada laporan penghentian aktivitas ferry di Selat Sunda.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 12.42
Dentuman Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar Ratusan Kilometer, Ini Penjelasannya
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 09.58
Anak Krakatau Erupsi, BNPB Minta Warga Banten-Lampung Tak Panik Isu Tsunami
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.46
PVMBG: Tubuh Gunung Anak Krakatau Pasca 2018 Belum Bisa Picu Tsunami
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.30
Warga Diminta Waspada Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Dentuman
Berita terkait
Erupsi Terbaru Anak Krakatau Belum Berpotensi Picu Tsunami Seperti Tahun 2018
Detik.com · 5 September 2026 pukul 13.18
Ini Jawaban Kenapa Dentuman Anak Krakatau Bisa Terdengar Jauh hingga Bandung
Detik.com · 5 September 2026 pukul 12.14
Badan Geologi Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Tsunami
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 11.57
Dentuman Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung, Kok Bisa?
Detik.com · 5 September 2026 pukul 11.41