Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Fadli Zon Bidik Budaya Jadi Mesin Ekonomi dan Soft Power Indonesia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia harus diolah menjadi mesin ekonomi dan soft power global, bukan sekadar warisan yang tidak berdaya. Hal ini disampaikan pada peluncuran Nusantara Rising: Indonesia Soft Power Initiative “Dari Budaya Jadi Daya” yang digelar Kadin Indonesia di Jakarta Convention Center pada 4 September 2026.

Fadli menyatakan bahwa Indonesia adalah negara super power di bidang kebudayaan dan tengah membangun lima ekosistem seni melalui Manajemen Talenta Nasional, meliputi seni pertunjukan, sastra, film, musik, dan seni rupa. Sektor film nasional kini mendominasi 67 persen pangsa pasar domestik, sementara Kementerian Kebudayaan aktif mengirim sineas ke festival internasional. Di sisi musik, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik lokal, menunjukkan minat yang kuat terhadap karya dalam negeri.

Fadli menegaskan bahwa kekuatan budaya perlu dikaitkan dengan dunia usaha, akademisi, komunitas, media, pemerintah, dan mitra global untuk menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar. Ia menekankan bahwa budaya harus diperlakukan sebagai investasi yang sirkular dan berkelanjutan, bukan beban atau cost center. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Rahayu Saraswati juga mendukung inisiatif ini sebagai langkah memperluas pengaruh ekonomi Indonesia di luar negeri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait