Fahri Hamzah Kritisi Wacana Ambang Batas Parlemen 5%: Bukan untuk Kepentingan Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang (Gelora) Indonesia, mengkritik usulan ambang batas parlemen 5 persen sebagai kompromi politik untuk menyelamatkan posisi partai besar di Senayan, bukan demi kepentingan rakyat. Ia menyatakan bahwa kisaran threshold 4-7 persen, termasuk 5% saat ini, lebih mementingkan kepentingan partai-partai besar. Fahri mengacu pada dua mazhab utama dalam penentuan threshold: mazhab kedaulatan rakyat dan mazhab penguatan presidensialisme. Menurutnya, dalam mazhab kedaulatan rakyat, semua suara yang diraih partai atau calon harus diakomodasi di parlemen tanpa syarat batas tertentu. Ia menekankan bahwa pilar utama demokrasi adalah memurnikan kedaulatan suara rakyat. Sementara itu, GKSR menyatakan PT 5 persen sebaiknya dihindari dan mencadangkan ambang batas parlemen cukup 1 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 21.30
PSI Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029: Kami akan...
Berita terkait
Jokowi Tak Masalah Ambang Batas Parlemen 8%, Politikus PDIP: Jangan Jumawa
Detik.com · 30 September 2026 pukul 07.23
Cak Imin Ungkap Sikap PKB soal Ambang Batas Parlemen
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 17.45
PKB soal Ambang Batas Parlemen: 5% Baik tapi 6% Lebih Ideal
Detik.com · 28 September 2026 pukul 18.42
Jokowi Santai Merespons Wacana Ambang Batas Parlemen: Mau 5% Mau 8% Oke!
Detik.com · 28 September 2026 pukul 12.50