Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Fahri Hamzah Kritisi Wacana Ambang Batas Parlemen 5%: Bukan untuk Kepentingan Rakyat

Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang (Gelora) Indonesia, mengkritik usulan ambang batas parlemen 5 persen sebagai kompromi politik untuk menyelamatkan posisi partai besar di Senayan, bukan demi kepentingan rakyat. Ia menyatakan bahwa kisaran threshold 4-7 persen, termasuk 5% saat ini, lebih mementingkan kepentingan partai-partai besar. Fahri mengacu pada dua mazhab utama dalam penentuan threshold: mazhab kedaulatan rakyat dan mazhab penguatan presidensialisme. Menurutnya, dalam mazhab kedaulatan rakyat, semua suara yang diraih partai atau calon harus diakomodasi di parlemen tanpa syarat batas tertentu. Ia menekankan bahwa pilar utama demokrasi adalah memurnikan kedaulatan suara rakyat. Sementara itu, GKSR menyatakan PT 5 persen sebaiknya dihindari dan mencadangkan ambang batas parlemen cukup 1 persen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait